Blog News

Online Shop VS Marketplace VS E-Commerce: Mana Yang Tepat ?

Online Shop VS Marketplace VS E-Commerce: Mana Yang Tepat ?

Karena sekarang Anda sudah tahu apa saja ketiga tempat berjualan online ini, mungkin Anda bingung bagaimana memilih mana yang paling cocok untuk Anda. Dalam memilih mana platform yang paling sesuai untuk Anda, ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan Anda.

Faktor Teknis dan Biaya

Tentunya hal pertama yang menjadi pertimbangan adalah faktor teknis dan biaya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, e-commerce tentunya akan membutuhkan lebih banyak biaya dan pengetahuan teknis dibanding marketplace atau online shop melalui social media.

Kalau Anda membuat website e-commerce, Anda perlu membayar seseorang untuk membuat websitenya serta mengelolanya. Kalau Anda memiliki pengetahuan teknis, tentunya ini bisa membantu mengurangi biaya yang perlu Anda keluarkan.

Kalau Anda memilih marketplace dan online shop, Anda bisa mengupload produk Anda ke platform yang sudah ada. Anda tidak perlu susah-susah memikirkan design dan biaya pembuatan website. Kebanyakan marketplace juga bersifat gratis sehingga Anda tinggal perlu daftar dan mengupload gambar Anda.

Efektifitas Biaya

Seperti yang sudah dibahas di paragraf sebelumnya, biaya untuk membuat website e-commerce sendiri akan memakan lebih banyak biaya jika dibanding dengan memanfaatkan marketplace dan online shop melalui social media. Tetapi ada faktor lain yang juga harus Anda pertimbangkan.

Jika Anda menggunakan marketplace dan social media, Anda akan bersaing lebih keras. Akan ada toko lain yang menawarkan barang yang sama dengan Anda dan Anda harus memasang harga yang bisa bersaing. Selain itu, lebih susah juga bagi Anda untuk mendapat customer karena mereka memiliki banyak pilihan.

Dengan website e-commerce, Anda bisa mendapat margin yang lebih tinggi. Kemungkinan besar, pengunjung website Anda akan melakukan transaksi langsung di website Anda. Jadi, Anda juga tidak perlu bersaing dengan penjual lain.

Branding dan Reputasi

Tergantung pada apa yang Anda jual, kadang-kadang menjual di marketplace dan social media bisa lebih bermanfaat. Misalnya, Anda menjual baterai, maka tidak ada salahnya Anda menjual baterai Anda di marketplace agar saat ada yang sedang belanja elektronik dan membutuhkan baterai, mereka bisa menemukan produk Anda.

Tetapi kalau Anda merasa bahwa produk Anda unik dan merasa bahwa menjual barang itu di marketplace atau social media bisa memberi dampak kurang baik bagi penjualan dan reputasi, maka Anda disarankan untuk membuat website e-commerce. Dengan e-commerce, Anda bisa meningkatkan brand identity Anda. Anda akan secara pribadi mengurus langsung pesanan pelanggan Anda dan bertanggung jawab atas kepuasan mereka.

Marketing dan Traffic

Kalau Anda memasukkan produk Anda ke marketplace, Anda tidak memiliki kontrol atas promosi yang mereka lakukan. Sebagai penyedia tempat, mereka ingin menjual sebanyak-banyaknya produk yang mereka bisa dan barang Anda adalah salah satu dari ratusan barang yang ada di website mereka. Mereka akan melakukan berbagai strategi marketing dan promosi untuk mengundang orang-orang masuk ke marketplace mereka. Dari segi traffic, barang Anda tentu akan dilihat banyak orang. Tetapi belum tentu mereka menjadi pelanggan Anda. Kalaupun mereka membeli barang dari toko Anda di marketplace, Anda belum tentu bisa menjangkau mereka lagi. Disini, Anda akan kehilangan leads.

Kalau Anda menggunakan website Anda sendiri, Anda akan memiliki kesempatan untuk mengumpulkan leads. Data-data yang Anda dapatkan bisa membantu Anda untuk mengoptimalkan campaign marketing Anda di waktu yang akan datang. Selain itu, Anda juga bisa melakukan campaign marketing dengan bebas.

Lalu apa yang akan anda lakukan,? Keputusan final ada di tangan anda.

Tim Mobli ID

Sumber : dewan teknologi informasi dan komunikasi nasional (waktiknas), literasi buku pustaka, internet & hosting provider.

Related posts

Leave a Comment